Bijaklah

Bijaklah

Tulisan ini juga ada di Wattpad

Melihat dari sudut pandang pribadi yang ditarik ke masa lampau ketika Aku masih anak-anak hingga saat ini ketika Aku sudah berusia kepala dua, teknologi sangat jauh perbedaannya. Pada masa kecil dulu, televisi tabung merupakan suatu barang teknologi yang sangat canggih menurutku. Aku bisa menyaksikan siaran favoritku yaitu¬†Power Rangers, sekumpulan pahlawan yang bisa “berubah” dengan waktu seketika, menyaksikan seri kartun yang setiap hari minggu mulai pagi hingga siang menjelang, dan siaran-siaran favorit lainnya.

Berjalannya waktu, aku melihat orang-orang sudah memiliki suatu benda kecil yang digenggam dan bisa dibawa kemana-mana. Aku belum mengenal nama benda tersebut. Aku hanya melihat, seperti melihat orang tuaku yang berbicara menggunakan benda tersebut. Lantas Aku penasaran dan menanyakan kepada Papaku, ya Aku memanggil sosok lelaki itu dengan Papa. “Pa, itu apaan?” Aku melontarkan pertanyaan polos khas anak-anak seraya menunjuk ke arah benda yang sedang dipegang oleh Papaku. “Ini namanya handphone, Kita bisa menelpon banyak orang menggunakan ini”, Papaku berkata demikian. Aku mendengar penjelasannya namun aku tidak mengerti apa-apa, aku kembali bersikap polos.

Rasa penasaran seorang anak kecil merasuki tubuhku pada suatu waktu pada masa itu. Aku ingin memegang handphone Papaku itu. Dengan jurus ampuh, Aku merengek-rengek meminta pinjam benda itu, “Papa pinjam, Papa piiiinjaaaam !!!!”. Papaku merasa antara ingin meminjamkan atau tidak. Mungkin dengan posisi Aku saat ini yang sudah dewasa, Aku berfikir ketika berada pada posisi Papaku saat itu, mungkin dalam pikirannya, pertama: kalau benda ini dipinjamkan ke anak-anak (adalah aku pada saat kecil dulu) ditakutkan dipencet sesuka hati yang berujung rusak, kedua: kalau tidak dipinjamkan, aku akan merengek terus-terusan sepanjang waktu, yang terkadang rengekan anak kecil itu dapat menyakiti pendengaran orang-orang sekitar. Pada akhirnya, benda itu mendarat ditanganku dan Aku berhenti merengek. Aku merasa bahagia. Pada saat itulah aku benar mengenali teknologi yang bernama handphoneberfungsi untuk berkomunikasi jarak jauh dan sekaligus bermain gamesular yang sangat aku gemari.

Beranjak sedikit lebih besar, Aku berada pada bangku Sekolah Dasar (SD) kelas 4, televisi dan handphoneyang Aku lihat sebelum itu, kini sudah terlihat lebih canggih dengan berbagai jenis yang ada. Televisi sudah ada yang ukurannya besar dan lebih berwarna, layar handphone-pun sudah ada yang berwarna-warni dan ada yang model handphonelipat. Luar biasa sekali pada masa itu.

Teknologi yang kembali baru Aku ketahui setelah televisi dan handphoneadalah internet. Ketika itu aku sudah berada pada saat SMP. Mungkin Aku sedikit telat mengetahui keberadaan internet itu. Aku mengenal internet karena pada saat itu sedang bumingnya media sosial friendstersehinga aku sering pergi ke warnetalias warung internet. Adanya media sosial friendster, Aku bisa berteman dan berkomunikasi dengan siapapun mereka melalui media sosial dengan jarak yang berjauhan, termasuk teman-temanku yang menggunakan media sosial tersebut. Hingga tiba pada tahun dimana media sosial Facebook, Twitter dan Video Streaming Youtube pun terkenal dan menjadi primadona. Adanya internet, Aku bisa mencari segala informasi yang aku inginkan pada saat itu juga. Seakan-akan dunia ada digenggaman.

Apalagi pada saat ini, detik ini, dimana dikenal dengan era 4.0 (four point zero), teknologi semakin berkembang pesat. Dulu televisi memiliki jenis televisi tabung, sekarang televisi memiliki jenis Ultra HD, Full HD dan lainnya dengan tampilan warna layar yang lebih tajam dan ukuran-ukuran yang tipis alias slim. Dulu handphonememiliki tombol fisik, sekarang menggunakan sistem touchscreen dan dikenal dengan istilah smartphone. Dulu internet hanya memiliki sinyal GPRS dan paling mentok EDGE, sekarang sudah memliki sinyal 4G dengan kecepatan internet yang mumpuni.

Televisi canggih, handphonecanggih, sarana internet pun semakin cepat mendorong Aku pribadi mudah untuk menyebarluaskan maupun mendapatkan infromasi dalam bentuk elektronik, baik visual, audio, atau tulisan elektronik. Dulu, infromasi visual hanya sebatas diperoleh dari televisi saja, khususnya ketika siaran berita yang tayang pada waktu-waktu yang telah ditentukan. Saat ini, informasi visual bisa kita cari tidak hanya dari televisi saja melainkan bisa dicari dan disaksikan melalui platformYoutube dengan mudah. Tidak hanya itu, dulu informasi audio hanya sebatas radio saja. Mendengar siaran radio seraya menyicipi kopi hitam panas dan sekumpulan pisang goreng hangat, sudahlah mewah sekali. Saat ini, informasi auido bisa kita dengar melalui rekaman suara yang dapat dikirim antar-pengguna, mendengarkan lagu-lagu dari platform musik yang terkenal secara daring dan lain sebagainya. Terakhir, menurut Aku, dulu koran adalah sumber informasi yang sangat berharga. Mulai dari berita keadaan sosial, lowongan kerja, hingga terdapat kolom Teka-Teki Silang (TTS) yang terbit seminggu sekali. Saat ini, informasi yang dari koran dalam bentuk kertas, disulap menjadi informasi dalam bentuk elektronik yang bisa kita akses melalui sebuah websitepenyedia informasi terkait. Tidak sebatas websitesaja, media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram dan sebangsanya juga menjadi wadah besar untuk penyebaran informasi di era saat ini. 

Teknologi semakin canggih memiliki makna bahwa individu-individu yang mengembangkan semua teknologi yang ada di depan mata kita saat ini adalah orang-orang ingin dan akan terus berkembang dan maju. Untuk apa mereka melakukan itu semua? Aku berpendapat, bahwa mereka melihat peluang yang ada, khususnya peluang dimana para konsumen membutuhkan suatu sarana atau alat yang mampu mendukung aktivitas mereka. Dengan kata lain, semua ini dihadirkan untuk memudahkan setiap aktivitas individu untuk menyalurkan segala informasi-informasi secara cepat, efisien dan berkualitas tinggi.

Sangat jelas apa yang Aku saksikan, mungkin juga kalian terkait dengan informasi-informasi yang terus-menerus mengalir diberbagai bentuk media saat ini. Contoh sederhana saja ketika masing-masing dari Kita membuat sebuah informasi berupa status di Facebook atau nge-twit di Twitter atau upload sebuah informasi dalam bentuk visual di Instagram atau Youtube, sekian detik Kita sudah memberikan informasi secara cepat dan dalam selang beberapa waktu ada yang mengomentari setiap infromasi yang ditampilkan. Kita dimudahkan untuk bisa mengirimkan data dengan ukuran besar melalui fasilitas Email dengan cepat. Dan masih banyak contoh-contoh lainnya.

Dengan mudahnya kita untuk menyampaikan informasi dan mendapatkan informasi menggunakan teknologi yang canggih saat ini, alangkah bijaknya masing-masing kita dengan posisi pemberi informasi untuk tetap menyampaikan informasi yang benar-benar dapat dipertanggung jawabkan. Bukan menyampaikan berita-berita yang masih setengah-setengah kebenarannya atau simpang siur atau bahkan menyampaikan berita hoax, sehingga akan menimbulkan berbagai spekulasi dugaan-dugaan yang tidak sesuai dan yang tidak diinginkan. Dan alangkah bijaknya masing-masing kita dengan posisi penerima informasi untuk tetap menyaring informasi-informasi yang diperoleh. Lihat kebenaran informasi secara sadar dan utuh, tidak menelannya secara mentah-mentah atau langsung percaya begitu saja. Jika itu semua dilakukan secara bijak, maka semua akan teredukasi melalui informasi-informasi yang benar dan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *