Kesan Pertama Bermain Paint Ball

Kesan Pertama Bermain Paint Ball

Saya menyukai film aksi dan perang. Saya juga suka bermain game perang. Menonton dan memainkan permainan perang memiliki nilai lebih buat saya. Mempelajari bagaimana menyusun strategi dengan baik. Bagaimana mengkoordinir situasi. Meskipun semua itu hanya berasal dari film dan permainan. Tidak sepenuhnya saya implementasikan ke dalam kehiduapan nyata.

Kesempatan baru yang saya dapatkan adalah bermain paint ball. Ini pertama kali saya bermain paint ball selama ini. Sebelumnya, saya hanya bisa menyaksikan video orang yang bermain paint ball.

Awal saya diajak oleh rekan (sebut saja abang leting), saya langsung mengiyakan. Karena saya ingin merasakan bagaimana rasanya bermain paint ball yang terjun langsung ke medan “perang”, bukan medan perang yang berada di PC.

Tentunya untuk bermain paint ball harus memiliki dua kubu yang saling menyerang satu sama lain. Ketika semua itu sudah siap dengan perlengkapan dan sudah berada di dalam lapangan, permainanpu segera dimulai. Mendengar aba-aba dari instruktur untuk memulai permainan, saya langsung merasakan bagaimana karakter yang bermain di dalam game PC maupun karakter asli dalam dunia perang seperti tentara. Kemana arah yang harus saya pilih? Apa keputusan yang tepat untuk melangkah selanjutnya. Itu pertanyaan yang saya tanyakan ke diri saya sendiri ketika permainan sudah dimulai.

Bersembunyi dibalik pelindung untuk mengamankan diri dari serangan lawan. Melihat posisi dan kesempatan yang bagus untuk menyerang lawan. Tembakan demi tembakan terus dilakukan oleh setiap pemain. Butuh fokus untuk melakukan hal ini demi memenangkan permainan. Namun sayang, saya beberapa kali harus terkena peluru lawan dan terpaksa harus keluar dari lapangan. Memang tidak mudah bagi saya pribadi melakukan permianan ini, apalagi ini pengalaman saya pertama kali. Cukup sakit terkena peluru paint ball. Tapi tidak sesakit ketika di-PHP-in.

Permainan paint ball ini cukup menguras keringat. Sama seperti olahraga umum lainnya. Dalam durasi waktu kurang dari 10 menit saja keringat sudah membasahai baju saya. Bagi saya pengalaman pertama bermain paint ball cukup menyenangkan dan menantang untuk menembus pertahanan lawan. Yaa, cukup sebulan sekali untuk bermain permainan ini dengan rekan lainnya.

Kemudian saya membayangkan, bagaimana rasanya menjadi para prajurit yang bertugas untuk membela negara ini dari setiap pemberontakan yang selama ini terjadi. Tentunya mereka sudah sangat terlatih akan hal “perang”, menyusun strategi dengan baik, dengan keberanian yang tinggi dan mental yang kuat. Bukan hal yang sepele tentunya. Peluru asli yang mereka gunakan, bukan peluru karet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *